+62 81 1191 8920
jakarta@trasfello.com
Plaza 3 Pondok Indah Jakarta Selatan 12310

Sistem Kerja AC Chiller Lengkap: Komponen & Proses

Sistem Kerja AC Chiller

Trasfello.comSistem kerja AC chiller dirancang khusus untuk menangani kebutuhan pendinginan skala besar pada gedung bertingkat, fasilitas industri, dan komersial seperti rumah sakit, perkantoran, hotel, dan pusat perbelanjaan. Berbeda dengan AC split biasa yang mendinginkan udara langsung di ruangan, chiller bekerja dengan menghasilkan air dingin (chilled water) pada suhu 6-8°C yang kemudian dipompa melalui pipa ke berbagai unit AHU (Air Handling Unit) dan FCU (Fan Coil Unit) di seluruh bangunan.

Pendekatan sentral ini memungkinkan distribusi pendinginan yang merata dan efisien untuk kapasitas besar di atas 100RT, jauh lebih ekonomis dibanding sistem VRV atau multiple split.

Siklus Refrigerasi Utama dalam Chiller

Siklus refrigerasi kompresi uap merupakan inti dari sistem kerja AC chiller, mengikuti prinsip dasar termodinamika yang sama seperti kulkas namun dalam skala industri. Proses ini melibatkan empat tahap utama yang saling berkaitan: evaporasi, kompresi, kondensasi, dan ekspansi. Setiap tahap memerlukan komponen khusus yang bekerja sama untuk memindahkan panas dari air chilled ke lingkungan luar, menciptakan perbedaan suhu yang signifikan untuk pendinginan efektif.

Pemahaman siklus ini penting untuk troubleshooting dan optimalisasi sistem chiller.

Komponen siklus utama:

  • Kompresor memampatkan refrigeran gas low pressure menjadi high pressure (~15-20 bar)
  • Kondensor melepaskan panas ke cooling water atau udara luar
  • Katup ekspansi menurunkan tekanan secara mendadak
  • Evaporator mendinginkan chilled water dari 12°C menjadi 7°C

Sistem Chilled Water (Secondary Circuit)

Sistem chilled water merupakan “urat nadi” distribusi pendinginan dari chiller ke seluruh bangunan. Air dingin yang dihasilkan evaporator (7°C) disimpan di chilled water tank, kemudian dipompa melalui pipa insulated ke koil pendingin AHU dan FCU di berbagai zona. Setelah menyerap panas ruangan, air kembali ke evaporator dalam kondisi hangat (12°C) untuk didinginkan kembali. Sistem ini memungkinkan zoning fleksibel per lantai atau ruang dengan valve kontrol 2-way/3-way, serta backup redundancy melalui multiple chiller operation.

Elemen penting chilled water system:

  • Primary/secondary pump untuk sirkulasi
  • Expansion tank menjaga tekanan stabil
  • Balancing valve mengatur flow per zona
  • Air separator menghilangkan gelembung udara

Cooling Water System (Water-Cooled Chiller)

Pada chiller water-cooled, sistem cooling water berfungsi membuang panas dari kondensor ke atmosfer melalui proses evaporasi di cooling tower. Air panas keluar kondensor (35°C) dipompa ke cooling tower, di mana 1-2% air menguap dan membawa panas ke udara (wet bulb temperature ~27°C).

Air dingin (30°C) kembali ke kondensor untuk siklus berikutnya. Sistem ini jauh lebih efisien (COP 5.0-6.5) dibanding air-cooled chiller, meski memerlukan maintenance cooling tower rutin dan ruang lebih besar.

Komponen pendukung cooling system:

  • Condenser water pump (kapasitas besar)
  • Cooling tower dengan fill media dan fan
  • Strainer mencegah kotoran masuk kondensor
  • Chemical treatment untuk scale dan korosi

Jenis Chiller Berdasarkan Sistem Pendingin

Pemilihan jenis chiller sangat bergantung pada ketersediaan air, ruang instalasi, dan beban pendinginan. Water-cooled chiller unggul dalam efisiensi untuk kapasitas besar di lokasi dengan cooling tower feasibility. Air-cooled chiller lebih praktis untuk rooftop installation tanpa kebutuhan air makeup. Absorption chiller memanfaatkan waste heat dari steam atau gas panas, cocok untuk industri dengan sumber panas gratisan.

Tipe ChillerPrinsip KerjaKapasitasCOPAplikasi Ideal
Water-CooledCooling tower100-3000RT5.0-6.5Gedung tinggi, RS
Air-CooledKipas kondensor10-500RT3.0-4.0Rooftop, remote
AbsorptionHeat source100-1500RT0.7-1.2Pabrik steam

Sistem Kontrol dan BMS Integration

Modern chiller dilengkapi Building Management System (BMS) untuk monitoring dan kontrol otomatis. PLC controller mengatur kapasitas kompresor berdasarkan chilled water temperature differential (ΔT 5°C), sequencing multiple chiller, dan pump staging.

Sensor suite mencakup flow switch, pressure differential, temperature probes, dan vibration monitoring untuk predictive maintenance. BMS juga mengintegrasikan dengan fire alarm system untuk emergency shutdown otomatis.

Fitur kontrol canggih:

  • Variable speed drive pada kompresor/pump
  • Anti-recycle timer protection
  • Load balancing antar chiller
  • Remote monitoring via cloud platform

Aplikasi Praktis di Berbagai Industri

Sistem kerja AC chiller mendukung beragam aplikasi dengan zoning capability dan redundancy tinggi. Rumah sakit membutuhkan OR room 18°C dan ICU 22°C dengan backup 100%. Data center memerlukan 18-20°C 24/7 dengan N+1 redundancy. Mall menerapkan zoning per lantai dengan variasi suhu untuk food court vs retail area.

Zoning strategies:

textPrimary/Secondary Pump: Independent loop per zona
3-Way Valve: Maintain minimum flow
2-Way Valve: Energy saving mode

Sistem kerja AC chiller merevolusi pendinginan industri dengan efisiensi, fleksibilitas zoning, dan reliability tak tertandingi untuk fasilitas besar. Pemahaman komprehensif tentang siklus refrigerasi primer, chilled water distribution, dan cooling water rejection memastikan optimalisasi operasional dan biaya lifecycle minimum.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *