+62 81 1191 8920
jakarta@trasfello.com
Plaza 3 Pondok Indah Jakarta Selatan 12310

Suhu Ideal AC Rumah 24°C, Nyaman dan Hemat Listrik

Suhu Ideal AC Rumah 24°C

Trasfello.com – Di iklim tropis seperti Indonesia, banyak orang mulai beralih ke setelan suhu ideal AC rumah 24°C karena dianggap pas di antara rasa sejuk, kesehatan, dan tagihan listrik yang masih terkendali. Alih‑alih memaksa AC bekerja di suhu sangat rendah seperti 16–18°C, pengaturan di angka 24°C memberi keseimbangan antara kenyamanan dan efisiensi. Artikel ini membahas alasan di balik rekomendasi tersebut, dampaknya bagi tubuh, sampai tips praktis menggunakannya di rumah.

Kenapa Banyak Ahli Menyarankan 24°C?

Saat udara luar bisa mencapai 30–34°C di siang hari, menurunkan suhu ruangan terlalu jauh sering membuat tubuh “kaget” dan tidak nyaman. Di sinilah suhu AC 24°C di rumah mulai dianggap sebagai titik manis. Pada angka ini, ruangan terasa dingin dan segar, tetapi bukan dingin menusuk yang membuat Anda harus memakai jaket tebal di dalam rumah. Perbedaan suhu antara luar dan dalam juga tidak terlalu ekstrem, sehingga tubuh tidak terlalu terkejut saat Anda keluar masuk ruangan.

Selain itu, suhu lebih tinggi berarti beban kerja kompresor AC sedikit lebih ringan dibanding bila Anda mengatur di angka sangat rendah. Kompresor tidak harus terus-menerus menyala penuh hanya untuk mengejar target suhu yang jauh dari kondisi awal. Dampaknya, konsumsi listrik cenderung lebih terkendali tanpa mengorbankan kenyamanan secara signifikan.

Kaitan Suhu dengan Kenyamanan dan Kesehatan

Kenyamanan termal sebenarnya tidak hanya ditentukan oleh angka suhu di remote, tetapi juga faktor lain seperti kelembapan udara, aliran udara, pakaian yang dipakai, dan aktivitas di dalam ruangan. Meski begitu, angka 24°C sering dianggap cukup ideal untuk mayoritas penghuni rumah. Di suhu ini, kebanyakan orang masih bisa beraktivitas dengan nyaman: menonton TV, memasak, bekerja dari rumah, atau sekadar bersantai tanpa merasa gerah maupun kedinginan.

Jika AC diatur terlalu rendah, beberapa orang mengeluhkan gejala seperti hidung kering, tenggorokan tidak nyaman, atau bahkan pegal akibat terus terpapar udara dingin. Untuk anak kecil dan lansia, kondisi ruangan yang terlalu dingin bisa memicu rasa tidak nyaman yang sulit mereka jelaskan. Dengan pengaturan lebih moderat mendekati suhu ideal AC rumah 24°C, risiko tersebut relatif lebih kecil karena tubuh tidak dipaksa beradaptasi dengan udara yang sangat dingin dalam jangka waktu lama.

Baca Juga : Jenis-jenis AC yang Tepat untuk Rumah & Kantor Anda

Pengaruh Suhu 24°C terhadap Tagihan Listrik

Salah satu alasan populer lain kenapa orang melirik pengaturan AC 24 derajat adalah efisiensi energi. Secara sederhana, semakin rendah angka suhu yang Anda pilih di remote, semakin berat kerja AC untuk menurunkannya, terutama jika ruangan sering dibuka tutup atau banyak sumber panas di dalam ruangan. Ketika target suhu terlalu rendah, kompresor akan lebih sering menyala penuh dan jarang beristirahat.

Dengan mengatur AC di sekitar 24°C, sistem pendingin punya peluang lebih besar untuk masuk ke fase istirahat karena suhu target relatif dekat dengan kondisi nyaman yang dibutuhkan penghuni. Ini mengurangi waktu operasi kompresor dalam sehari dan membantu menekan konsumsi listrik. Apalagi bila dikombinasikan dengan hal-hal sederhana seperti menutup tirai saat siang hari, menutup rapat pintu dan jendela, serta tidak menaruh perangkat elektronik pembangkit panas tepat di bawah hembusan AC.

Menyesuaikan Suhu di Tiap Ruangan Rumah

Walau fokusnya adalah suhu ideal AC rumah 24°C, kenyataannya setiap ruang di rumah bisa saja butuh pengaturan sedikit berbeda. Ruang keluarga yang sering dipakai banyak orang biasanya memerlukan ventilasi dan sirkulasi udara yang baik, ditambah setelan suhu di kisaran 24–25°C. Di rentang ini, anggota keluarga bisa duduk, bergerak, atau makan tanpa merasa sumuk.

Untuk kamar tidur, sebagian orang merasa nyaman di angka 24–26°C, terutama jika tidur menggunakan selimut tipis atau pakaian tidur yang hangat. Bagi Anda yang mudah kedinginan, menaikkan sedikit setelan menjadi 25–26°C bisa tetap membuat tidur nyenyak sambil menjaga konsumsi listrik lebih efisien. Di ruang kerja atau home office, setelan sekitar 23–24°C sering dipilih mereka yang membutuhkan udara lebih segar untuk menjaga konsentrasi, terutama jika ruangan dipenuhi perangkat elektronik yang menambah panas.

Cara Membuat Suhu 24°C Terasa Lebih Dingin

Ada kalanya setelan suhu AC yang nyaman di rumah sudah di angka 24°C tetapi ruangan masih terasa kurang sejuk. Solusinya tidak selalu menurunkan suhu; sering kali yang perlu diubah adalah cara distribusi udara dan kondisi ruangan. Langkah pertama yang bisa dicoba adalah meningkatkan kecepatan kipas (fan speed) agar hembusan dingin menyebar lebih cepat ke seluruh sudut ruangan.

Selain itu, pastikan arah hembusan udara tidak terhalang lemari, tirai, atau benda besar lain. Anda bisa mengarahkan swing ke posisi sedikit ke atas agar udara dingin memantul ke langit-langit lalu turun merata, bukan hanya menghantam satu titik saja. Penggunaan kipas angin langit-langit atau kipas berdiri dengan kecepatan rendah juga sering membantu, karena membantu mencampur udara dingin dari AC dengan udara ruangan sehingga sensasi sejuk lebih merata tanpa harus menurunkan suhu di remote.

Kebiasaan Pemakaian AC yang Mendukung Efisiensi

Supaya pengaturan di sekitar suhu ideal AC rumah 24°C benar-benar efektif, kebiasaan pemakaian perlu ikut disesuaikan. Menyalakan AC terus menerus sepanjang hari dengan pintu yang sering dibiarkan terbuka tentu membuat sistem bekerja ekstra. Disiplin sederhana seperti menutup pintu rapat, meminimalkan buka-tutup yang tidak perlu, dan memastikan jendela tertutup rapat akan membantu AC mempertahankan suhu target tanpa kerja berlebihan.

Anda juga bisa memanfaatkan fitur bawaan AC seperti timer dan mode hemat energi. Misalnya, saat malam hari, atur timer untuk menaikkan suhu satu atau dua derajat menjelang dini hari ketika udara luar sudah lebih sejuk. Dengan begitu, setelan di awal bisa berada dekat suhu ideal AC rumah 24°C, lalu naik sedikit saat tubuh sudah tertutup selimut dan tidak lagi membutuhkan udara sedingin saat baru akan tidur.

Pentingnya Perawatan Rutin Agar Suhu Tercapai

Banyak orang merasa 24°C tidak cukup dingin, padahal masalah utamanya adalah kondisi AC yang kurang terawat. Filter yang kotor, evaporator tertutup debu, atau tekanan refrigeran yang tidak sesuai akan membuat AC sulit mencapai suhu yang diinginkan meski angkanya sudah diatur dengan benar. Hasilnya, ruangan tetap gerah dan pemilik rumah cenderung menurunkan suhu lagi, yang justru semakin membebani sistem.

Untuk menjaga agar suhu AC yang nyaman di rumah bisa tercapai dengan mudah, bersihkan filter secara berkala, misalnya setiap dua hingga empat minggu sekali tergantung tingkat debu di ruangan. Lakukan servis berkala beberapa bulan sekali agar teknisi bisa memeriksa tekanan freon, kebersihan unit indoor dan outdoor, serta memastikan tidak ada kebocoran. AC yang terawat bukan hanya lebih mudah mencapai suhu 24°C, tetapi juga lebih awet dan tidak boros daya.

Menemukan Titik Nyaman untuk Keluarga

Pada akhirnya, angka suhu ideal AC rumah 24°C adalah titik awal yang sangat baik, bukan aturan kaku yang tidak boleh digeser. Setiap keluarga punya preferensi berbeda; ada yang lebih suka sedikit lebih hangat di 25–26°C, ada juga yang betah di 23–24°C. Hal terpenting adalah menemukan rentang di sekitar nilai tersebut yang dirasa paling nyaman oleh anggota rumah, sambil tetap mempertimbangkan kesehatan dan konsumsi listrik.

Anda bisa memulai dengan menetapkan 24°C sebagai baseline selama beberapa hari, lalu mencatat bagaimana respon tubuh dan kenyamanan penghuni. Jika sebagian besar merasa terlalu dingin, naikkan satu derajat; jika terasa masih panas, cek dulu kebersihan AC dan kebocoran ruangan sebelum memutuskan menurunkan angka lebih jauh. Dengan cara ini, pengaturan AC menjadi keputusan yang sadar, bukan sekadar mengikuti kebiasaan “semakin dingin semakin enak”.

Dengan mengatur AC di sekitar suhu ideal AC rumah 24°C, Anda mendapat kombinasi yang seimbang antara kenyamanan, kesehatan, dan penghematan biaya listrik. Alih‑alih memaksa AC bekerja di suhu ekstrem, memanfaatkan pengaturan sedang dan kebiasaan pemakaian yang tepat justru membuat rumah terasa lebih layak huni dalam jangka panjang.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *