TRASFELLO.COM – Dalam industri farmasi, banyak alat, bahan dan kegiatan yang wajib masuk dalam kategori steril atau higienis karena berhubungan dengan obat. Satu hal yang sensitif untuk dikelola adalah terjaminnya udara bersih selama proses produksi. Untuk membersihkan udara, pihak pabrik atau ruangan pengolahan butuh sebuah tata udara atau dikenal dengan istilah HVAC.

HVAC untuk farmasi, efektifkah?

Sangat efektif sekali, karena dengan udara yang bersih dan steril semua proses produksi obat akan lebih terjamin dan berkualitas.  Sistem tata udara tidak hanya mengelola bagian gudang, ruangan produksi produksi saja melainkan juga mengendalikan perkembangan virus dan kuman di dalam ruangan. Ruangan uji klinis menjadi ruangan yang penting dalam pemasangan kontraktor HVAC.

Alasan industri farmasi butuh HVAC

Udara bersih dan sehat akan memengaruhi kinerja karyawan dan ahli farmasi. Dengan campuran udara kotor menjadikan obat lebih mudah beralih fungsi beda. Akan sangat berbahaya jika obat yang telah susah payah diciptakan berubah fungsi hanya karena pengaruh udara lingkungan.

Dalam bidang farmasi pembuatan obat ada 4 kategori lingkungan, yaitu:

  1. Lingkungan A

Aliran udara laminar dengan kisaran suhu 16-25 derajat, menggunakan proses kecepatan udara 0,36 – 0,45 m/s.

  1. Lingkungan B

Termasuk dalam ruang steril dengan suhu 16-25 derajat, menggunakan sirkulasi turbulen dan pertukaran kondisi udara sebanyak 20 kali. Dalam proses ini masih bisa dikatakan bahwa udara masih mengandung zat kotor.

  1. Lingkungan C 

Ruang steril dengan suhu sama di lingkungan B dengan proses penyaringan lebih dari 20 kali, dengan kelembaban maksimal 55. Apabila masih ada sisa partikel kotoran akan dibersihkan dengan aseptis kimia kering.

  1. Lingkungan D

Bersih, dengan suhu 20-27 derajat, kelembaban 40-60. Kondisi ini dikategorikan sebagai ruangan sehat dan aman untuk farmasi. Kendati demikian masih tetap dilakukan filterisasi 20 kali guna mematikan kuman dan virus yang menyebar dengan partikel mikron.

Komponen untuk menyusun HVAC farmasi

  1. Blower
  2. Return ducts
  3. Fresh air supply
  4. Isolator vibration
  5. Air supply
  6. Gas bumer
  7. Gas line
  8. Exhaust pipe
  9. Supply ducts
  10. Refrigerant lines
  11. Cooling coils

Dengan adanya kelengkapan komponen penyusun HVAC tersebut, pihak kontraktor HVAC farmasi akan bertanggungjawab penuh dengan semua kendala tentang sistem tata udara. Berbeda dengan sistem AC yang hanya ditempelkan di dinding lebih rentan dan belum sempurna untuk pembersihan sistem udara farmasi.

Baca Juga : Keutamaan Memakai Jasa Kontraktor HVAC Tangerang

AC hanya mampu menyaring udara dengan jangkauan yang minimalis, kekuatan filternya juga tidak bisa maksimal hingga 20 kali seperti pada sistem HVAC. Maka, dengan mengelola HVAC kendati ruangan yang disediakan tidak terlalu besar akan lebih disarankan daripada hanya menggunakan AC saja.

Bagaimana mendapatkan udara semua ruangan steril?

Untuk mendapatkan udara yang maksimal steril, pihak kontraktor farmasi akan menggabungkan 2 alat yaitu AC dengan HVAC. Ada 3 poin terpenting dalam sistem aturan udara bersih yaitu jumlah volume udara, perbedaan tekanan udara serta frekuensi pertukaran udara. Ketiga hal tersebut akan dikelola agar suhu, kelembaban dan partikel di udara bisa distandarisasi dengan baik. Apabila jumlah pengotor lingkungan cukup tinggi akan ada proses lanjutan yang lebih rinci agar udara bisa kembali normal.

Anda bisa merasakan perbedaan udara ketika masuk ke industri farmasi dengan udara sekitar, akan lebih segar dirasakan daripada saat di luar lingkungan. Nah, sedikit gambaran ya tentang jasa kontraktor HVAC farmasi dan bagaimana tugas mereka bekerja, semoga bermanfaat.